Materi ini disampaikan pada saat Pembinaan Pekanan
pertama AM Mata’ Salman XX di semester 2, Sabtu, 8 Februari 2014.
Pematerinya Kang Abdurahman Dihya (IF’09).
Daripada Usman Bin ‘Affan r.a. telah berkata:
Rasulullah S.A.W. bersabda : “Sebaik manusia di antara kamu orang yang
mempelajari al-Quran dan mengajarnya kepada orang lain”. (Hadis Riwayat
Bukhari)
Dari Abdullah bin ‘Amr, Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
يُقَالُ
لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِى
الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا
“Dikatakan kepada orang yang membaca (menghafalkan)
Al Qur’an nanti: ‘Bacalah dan naiklah serta tartillah sebagaimana engkau di
dunia mentartilnya. Karena kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca
(hafal).” (HR. Abu Daud no. 1464 dan Tirmidzi no. 2914, di shahihkan oleh
Syaikh Al Albani).
Dari kedua hadist diatas kita
diperintah untuk mempelajari al-qur’an, seperti hukum-hukum tajwid. Walaupun
mempelajari tajwid itu sunah tapi membaca al-qur’an dengan tajwid yang benar
itu hukumnya wajib. Kita juga dianjurkan untuk mengajarkan kepada orang lain.
Kedudukan seseorang di akhirat
kelak, itu bergantung pada jumlah ayat yang kita baca(hafal). Derajat seseorang
akan terus naik sampai ayat terakhir yang dapat kita baca.Hafalan al-qur’an
juga berguna untuk shalat. Apabila membaca al-qur’an diwaktu shalat maka akan
dilipatgandakan sampai 100x. Kita dianjurkan untuk berdo’a meminta istiqamah.
Tidak bisa kita menghafalkan al-qur’an kalau kita tidak istiqamah. Kita juga
dianjurkan untuk belajar bahasa arab karena itu akan mempermudah kita
menghafal. Semoga kita dimudahkan untuk mempelajari dan mengajarkan al-qur’an.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar