Kamis, 27 Februari 2014

Pentingnya Belajar Al-qur’an dan Mengajarkannya


       Materi ini disampaikan pada saat Pembinaan Pekanan pertama AM Mata’ Salman XX  di semester 2, Sabtu, 8 Februari 2014. Pematerinya Kang Abdurahman Dihya (IF’09). 
Daripada Usman Bin ‘Affan r.a. telah berkata: Rasulullah S.A.W. bersabda : “Sebaik manusia di antara kamu orang yang mempelajari al-Quran dan mengajarnya kepada orang lain”. (Hadis Riwayat Bukhari)

Dari Abdullah bin ‘Amr, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِى الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا
Dikatakan kepada orang yang membaca (menghafalkan) Al Qur’an nanti: ‘Bacalah dan naiklah serta tartillah sebagaimana engkau di dunia mentartilnya. Karena kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca (hafal).” (HR. Abu Daud no. 1464 dan Tirmidzi no. 2914, di shahihkan oleh Syaikh Al Albani).

Dari kedua hadist diatas kita diperintah untuk mempelajari al-qur’an, seperti hukum-hukum tajwid. Walaupun mempelajari tajwid itu sunah tapi membaca al-qur’an dengan tajwid yang benar itu hukumnya wajib. Kita juga dianjurkan untuk mengajarkan kepada orang lain.

Kedudukan seseorang di akhirat kelak, itu bergantung pada jumlah ayat yang kita baca(hafal). Derajat seseorang akan terus naik sampai ayat terakhir yang dapat kita baca.Hafalan al-qur’an juga berguna untuk shalat. Apabila membaca al-qur’an diwaktu shalat maka akan dilipatgandakan sampai 100x. Kita dianjurkan untuk berdo’a meminta istiqamah. Tidak bisa kita menghafalkan al-qur’an kalau kita tidak istiqamah. Kita juga dianjurkan untuk belajar bahasa arab karena itu akan mempermudah kita menghafal. Semoga kita dimudahkan untuk mempelajari dan mengajarkan al-qur’an.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar